Tertangkap Mabuk Miras- Lem, 38 Anak SD-SMP Dinasihati Wali Kota

Selasa, 10 Sep 2019 | 21.13 WIB

Tertangkap Mabuk Miras- Lem, 38 Anak SD-SMP Dinasihati Wali Kota

Wali Kota Risma saat memberikan nasihat kepada anak-anak yang tertangkap mabuk miras dan lem serta terlibat tawuran. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan generasi muda Surabaya. Khususnya terhadap anak-anak usia SD dan SMP di Kota Pahlawan yang terjaring Satpol PP Kota Surabaya karena kedapatan mabuk miras dan lem. 

Bahkan ada juga sekelompok anak yang terjaring Polres Tanjung Perak karena terlibat pertarungan antar kampung atau antar geng anak. Selasa (10/9/2019) sore, ke-38 anak itu dikumpulkan di rumah dinas wali kota untuk mendapatkan wejangan dari wali kota.

Di hadapan wali kota, mereka yang juga didampingi orang tua, guru dan masing-masing pihak kecamatan, berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. "Kami kapok dan tak mau berbuat nakal lagi. Kami kapok ditangkap polisi," ujar anak-anak itu.

Saat itu wali kota juga meminta beberapa anak yang terlibat tawuran antar gank (All Star dan Jawara Kampung) untuk saling bermaafan, saling berjabat tangan serta berpelukan. Mereka mengaku dari Perak dan kampung Simo. Mereka terlibat tawuran karena saling ejek melalui media sosial.

"Saya harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka, sementara untuk hasilnya biar Tuhan yang mengaturnya. Kalau anak yang di Kampung Anak Negeri kan sudah dilakukan pembinaan, kalau yang ini kan orang tuanya lengkap jadi biar kita kembalikan ke orang tuanya. Kita akan tetap memantaunya," papar Wali Kota Risma.

Risma menjelaskan, dari anak-anak yang kita kumpulkan ini, ada juga yang putus sekolah. Saat ditawari Risma untuk melanjutkan sekolah, mereka mengiyakan. Karena itu Risma meminta Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan untuk mengurus beberapa anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

Sementara anak-anak yang memiliki masalah dengan keluarganya, Risma menyerahkannya kepada beberapa psikolog dari Puspaga. Bahkan di rumah dinas itu pula mereka ditangani para psikolog.

Penangkapan anak-anak yang mabuk miras dan lem oleh Satpol PP itu dilakukan dibeberapa wilayah Surabaya. Bahkan Risma mengatakan, penangkapan yang paling banyak adalah di kawasan Kertomenanggal. Di kawasan itu memang gelap dan tak hanya dimanfaatkan anak-anak untuk mabuk miras dan lem, ada juga orang dewasa yang pesta miras di tempat itu.

"Karena itu, kami dirikan pos pantau di tempat tersebut. Petugas yang berjaga di pos pantau itu akan patroli setiap saat. Jika ada yang pesta mabuk, akan ditangani. Kita selamatkan anak-anak ini. Kalau yang dewasa ya sudahlah mau apa lagi, tapi tetap kita jaring. Mereka terjaring malam hari dan tak hanya karena mabuk, ada yang ngamen dan ada juga karena masalah keluarga," ujar dia.

Untuk menangani anak-anak ini, wali kota menegaskan jika ini menjadi tanggung jawab semua pihak.

 "Baik di lingkungan kampungnya, rumah dan keluarganya atau orang tua, sekolah maupun Pemkot Surabaya. Semua harus bersinergi untuk menangani permasalahan ini," ajak Risma. (windhi/by)