Jika Ditunjuk Jadi Cawali, Dyah Katarina Siap

Kamis, 11 Jul 2019 | 21.00 WIB

Jika Ditunjuk Jadi Cawali, Dyah Katarina Siap

Dyah Katarina (windhi/centroone)


Centroone.com - Konflik kepengurusan di tubuh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, dikhawatirkan berimbas pada penunjukan siapa yang bakal jadi calon wali kota (Cawali) Surabaya. 

Sebab ada peluang lebar bagi kader lain partai itu maju di Pilwali Surabaya 2020 pascalengsernya Whisnu Sakti Buana dari ketua DPC PDI Perjuangan. Adalah Dyah Katarina, anggota DPRD Surabaya yang mengaku siap jika ditunjuk sebagai Cawali.

Tentu saja pernyataan itu sangat mengejutkan, mengingat ada klaim dari 31 PAC yang sudah satu suara mendukung Whisnu Sakti untuk maju Cawali Surabaya. Pengakuan Dyah, istri Ketua Bapilu DPP PDI Perjuangan Bambang DH, terlontar usai anggota Komisi D itu mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Alasan dia, tentu saja sebagai kader harus patuh pada perintah partai. "Kita adalah kader yang harus patuh pada apapun perintah partai. Perintah apapun termasuk jika ditunjuk maju dalam Pilwali 2020 mendatang. Jika memang ditunjuk oleh partai, saya siap," ujar Dyah Katarina.

Dia menambahkan, perintah partai yang dimaksud itu baik maju sebagai legislatif maupun eksekutif. "Terlebih maju Pilwali bukanlah berdasarkan keinginan pribadi," tandas politikus yang untuk kali kedua duduk sebagai wakil rakyat di Surabaya.

Dyah juga sadar diri jika secara pribadi tak berambisi jadi Cawali. Sebab di internal PDI Perjuangan masih banyak kader yang lebih senior dan lebih layak. "Di PDI Perjuangan masih banyak kader yang lebih pantas melanjutkan tongkat kepemimpinan Bu Risma," tukas Dyah.

Dia juga menegaskan, saat ini masih ingin fokus duduk di struktur partai yang sedang dalam proses pembenahan. Apalagi, di internal partai sejauh ini juga belum ada pembahasan masalah tersebut. "Hingga saat ini belum ada pembahasan terkait siapa yang bakal diusung dalam Pilwali Surabaya," pungkas Dyah Katarina. (windhi/by).