Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Enzim Pencernaan

Minggu, 10 Nov 2019 | 21.03 WIB

Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Enzim Pencernaan

Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto, dr F.X.Trijanto Soetjahjo, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring, dan Chef Axhiang, saat peluncuran produk Freegas di Surabaya (Centroone)


Centroone.com - Tren wisata kuliner yang makin meningkat dengan bermunculannya banyak restoran atau tempat makan baru di Indonesia, mendorong masyarakat untuk semakin hobi makan.  

Bersamaan dengan itu, seringkali masyarakat lupa perut juga punya batasan.   Bahkan tidak jarang , meski usia sebetulnya tidak layak makan suatu jenis makanan tertentu namun dipaksa makan karena hobi. Imbasnya, perut terasa begah, berasa kenyang dan kadang-kadang mual.  

"Kita harus menyadari bahwa enzim pencernaan kita kurang lengkap dan terjadi gangguan. Apalagi kalau lansia (lanjut usia) dan sudah pernah kena penyakit, pernah operasi batu empedu dan gangguan metabolisme seperti diabetes. Untuk itu, penambahan enzim pencernaan ini sangat membantu bagi lansia maupun mereka yang masih relatif normal tidak ada gangguan karena akan merasa lebih nyaman lagi saat mengkonsumsi makanan.  " tutur dr F.X.Trijanto Soetjahjo. 

Membantu masyarakat untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan tubuh, Actavis Indonesia baru-baru ini memperkenalkan suplemen makanan Freegas.  Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto, mengatakan, hadirnya Freegas di tengah masyarakat untuk membantu di bidang kesehatan, khususnya memenuhi kebutuhan pecinta kuliner yang ingin suplemen untuk memperlancar pencernaan.  Menurut Hanadi , masyarakat usia 40 sampai 50 tahun ke atas bisa mengkonsumsi Freegas sebagai ‘menu’ setelah makan. Sebab, suplemen membantu proses pencernaan berbagai jenis makanan untuk usia tersebut. 

“Pecinta kuliner atau siapapun, jika sudah makan-makanan pedas, makan karbohidrat yang tinggi dan minum kopi, kemudian perut terasa begah atau kembung, maka bisa konsumsi Freegas karena cocok untuk memperlancar proses pencernaan,”ujar Hanadi di sela acara Launching dan Freegas Cooking Demo di Hungerbelt Food Corner Surabaya, Sabtu (9/11/2019). 

Sementara itu, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring mengungkapkan Freegas berbeda dengan produk lain yang sudah lebih dulu beredar di pasaran karena   Komposisi (delapan enzim) yang terkandung di dalamnya menjadi yang terlengkap diantara suplemen sejenisnya.  

Freegas - yang sudah dijual di apotek di seluruh Indonesia  ini dikemas dalam bentuk strip dengan kemasan 6 tablet Rp18 ribu dan bisa dibeli per strip atau box.  “Kalau produk atau jenis lain, enzimnya paling dua atau tiga saja, tapi Freegas beda, lebih banyak dan lengkap dan tidak ada efek samping seperti obat,” jelas Denny.

Hanadi Setiarto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan obat-obatan dan suplemen berkualitas. Bahkan, 50 persen produk dari Actavis Indonesia telah diekspor ke Asia Pasifik dan Eropa setiap tahunnya. "Pertumbuhan kami memang fokus pada 95 persen produk khusus seperti untuk resep obat," ucapnya.

Meski masih menggantungkan bahan baku impor, namun pihaknya juga turut serta mencari solusi. Saat ini pemerintah menggalakkan agar industri lokal mengutamakan pemakaian komposisi dari dalam negeri.

"Kami ikut mengembangkan alternatif bahan baku obat, terutama yang terbuat dari herbal karena lebih alami dan natural. Sekarang bahan baku kami masih impor karena sangat spesialistik. Tapi, formulasi dan pembuatannya lokal," tuturnya. by