Harvey Weinstein 'Sembunyi' di Eropa Sembuhkan Kecanduan Seks

Rabu, 11 Okt 2017 | 23.01 WIB

Harvey Weinstein 'Sembunyi' di Eropa Sembuhkan Kecanduan Seks

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Kasus pelecehan seksual Harvey Weinstein di dunia perfilman Hollywood makin ramai saja.

Akibat terbongkarnya beberapa skandal pelecehan seksual yang ia lakukan, Harvey tak hanya dipecat di perusahaannya sendiri, tapi ia juga ditinggal oleh sang istri, Georgina Chapman. Saat ini, Harvey sendiri dikabarkan sedang menjalani rehabilitasi kecanduan seksual ke Eropa.

Dilansir dari laman TMZ beberapa jam lalu, seorang sumber terdekat mengungkapkan kalau Harvey terbang ke Eropa pada Selasa (10/10 waktu setempat, dengan menggunakan pesawat pribadi. Harvey menjalani rehablitasi setelah disarankan oleh beberapa teman dan keluarganya.

Namun disayangkan, tempat rehabilitasi pria asal New york City AS, 65 tahun ini sengaja dirahasiakan. Di tempat tersebut, Harvey dikabarkan sekaligus akan mengobati beberapa pemberitaan skandal pelecehan seksual yang belakangan ramai.

"Harvey kadang tak bisa menahan emosinya, tapi ia lebih banyak tenang," kata sang sumber.

Selama proses rehabilitasi, diharapkan Harvey bisa mendapatkan kembali rasa percaya dirinya dan bisa memulai sesuatu yang baru. Tapi disayangkan, mengenai hal ini belum ada konfirmasi langsung dari pihak Harvey.

Sementara soal rumor ini, beberapa bintang Hollywood turut bersuara, salah seorangnya Jennifer Lawrence yang pernah bekerjasama dengan Harvey di seri 'The Hunger Games'. Aktris yang akrab disapa JLaw itu mengaku tak pernah mengetahui soal skandal pelecehan seks yang dilakukan Harvey.

"Aku merasa sangat kecewa mendengar berita soal Harvey Weinstein. Aku bekerja bersama Harvey selama lima tahun dan tidak pernah mengalami pelecehan dalam bentuk apapun, atau mengetahui soal tudingan tersebut," ujar JLaw.

Sedangkan bintang film 'Carol' dan 'The Aviator' yang juga diproduseri oleh Harvey, Cate Blanchett turut merilis pernyataan seputar skandal Harvey.

"Setiap orang dengan power atau wewenang yang mengancam, mengintimidasi atau melakukan pelecehan seksual pada wanita mana pun yang ia temui atau bekerja dengannya, maka ia harus diminta untuk bertanggung jawab. Tak mudah bagi seorang wanita untuk bicara soal situasi semacam itu, dan dengan sepenuh hati saya mendukung mereka yang sudah berani bicara," tulis Cate. (Rie)