Bimtek Literasi Anak Tingkatkan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kamis, 21 Apr 2016 | 01.00 WIB

Bimtek Literasi Anak Tingkatkan Pemanfaatan Teknologi Informasi

ilustrasi teknologi dan anak-anak (IST)


Centroone.com - Teknologi dibuat untuk memermudah pekerjaan, bukan memerbudak kita. Tidak ada pemimpin yang tidak dapat berkomunikasi, menjadi pemimpin harus bisa menjelaskan semuanya. Hal ini yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam acara Bimbingan Teknis Literasi dengan tema ‘Pemanfaatan TIK untuk Tujuan Produktif’.

Dicontohkan Risma, sapaan akrab wali kota, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya seperti monitoring cctv di beberapa jalan di kota ini melalui tablet atau gadget.

Acara itu digelar Badan Penelitian dan Pengembangan SDM dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Bimtek ini ditujukan untuk anak dan remaja dan digelar di Garden Palace Hotel, Rabu (20/4/2016). Sebanyak 100 anak usia 11 hingga 15 tahun atau yang duduk di kelas 5 SD hingga kelas 9 SMP berasal dari kota Surabaya yang mengikuti acara tersebut.

Ketua Panitia Bimtek Haryati mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang dampak negatif internet. Dia menambahkan, sasaran kegiatan ini adalah terwujudnya SDM usia anak dan remaja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan internet untuk tujuan produktif dan mampu melindungi diri dari efek negatif internet.

Lebih lanjut Haryati menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis dan praktik atau latihan penggunaan internet yang terbagi dalam tiga sesi. Yakni Internet Sehat, Manfaat Internet untuk Tujuan Belajar dan Resiko Penggunaan Media Sosial.

Sementara Gati Gayatri, Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dengan Unicef melaunching hasil penelitian yang mengatakan bahwa 80 persen anak Indonesia merupakan pengguna internet melalui pc, laptop maupun handphone.

Menurut Gati, anak-anak menggunakan internet mulai lima tahun. Dia menambahkan, sebagai generasi digital, kita semua harus meninjau kembali kesiapan generasi digital apakah sudah mampu memanfaatkan media digital dengan tepat. Dia juga menambahkan, kesenjangan teknologi digital terjadi antara laki-laki dan perempuan. Kesenjangan digital juga terjadi antara orang tua dan anak. (windhi)