Jalankan Kepmen, Kendaraan Besar Dilarang Masuk Kota Surabaya

Kamis, 31 Des 2015 | 22.00 WIB

Jalankan Kepmen, Kendaraan Besar Dilarang Masuk Kota Surabaya

Seorang sopir tengah tertidur di sela truknya (Centroone)


Centroone.com - Dinas Perhubungan Kota Surabaya berusaha mewujudkan kelancaran lalu lintas di Kota Pahlawan. Salah satunya dengan menjalankan amanat pemerintah pusat.

Salah satu amanat itu adalah untuk menjaga kelancaran lalu lintas jalan raya. Amanat itu sesuai surat edaran Kementrian Perhubungan Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pengaturan Lalu Lintas Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada Hari Natal dan Tahun Baru 2016.

Sejak 30 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016, Dinas Perhubungan Kota Surabaya melarang kendaraan besar beroperasi di wilayah kota. “Kendaraan itu, seperti truk gandeng, container, kemudian kendaraan yang mempunyai sumbu lebih dari dua,” jelas Plt Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat.

Angkutan barang yang masih diperbolehkan beroperasi, yakni kendaraan yang mengangkut BBM, sembako, antaran Pos dan ekspor-impor. “Untuk ekspor–impor sebelumnya harus mengajukan dispensasi dari Dishub LLAJ Provinsi,” tegasnya.

Larangan itu menurutnya, selain untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, juga menjaga keselamatan para pengendara di jalan raya. Dia menegaskan, jika ada pelanggaran, pihaknya langsung melakukan sanksi tilang. “Sanksinya tilang, kita kan juga kerjasama dengan kepolisian,” katanya. (windhi/by)